Home » Anything » 220 Menit ‘Bersunyi’ dalam Gegap Gempita Malam Tahun Baru 2013

220 Menit ‘Bersunyi’ dalam Gegap Gempita Malam Tahun Baru 2013

Malam pergantian tahun masehi merupakan suatu acara yang selalu dirayakan dan dinantikan sebagian besar orang di berbagai kota di dunia. Perayaan yang puncaknya terjadi pada pukul 00.00 atau tengah malam waktu setempat ini biasa dipenuhi oleh bermacam pesta, salah satu yang paling populer adalah pesta kembang api. Sebagian orang tak segan untuk keluar kediaman mereka bersama keluarga atau rekan untuk menikmati dan menunggu detik-detik pergatian tahun. Ada pula orang yang lebih memilih tetap tinggal di rumah mengadakan acara sendiri atau sekedar menyaksikan acara televisi. Saya termasuk orang yang lebih senang menikmati momen pergantian tahun di rumah. Hampir setiap tahun, malam tanggal 31 Desember saya isi dengan bersantai di rumah menonton televisi dan internet browsing. Untuk malam pergantian tahun 2013 (31 Desember 2012) pun saya tetap memilih untuk tidak meninggalkan rumah, namun kali ini saya mendapat pengalaman berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang kemudian saya ungkapkan seperti ‘bersunyi’ dalam gegap gempita malam tahun baru.

Malam 31 Desember 2012 saya hanya sendiri di rumah, ibu dan bapak sedang berada di Jakarta, sementara adik memilih untuk menghadiri acara car free night di kawasan Dago Bandung bersama teman-temannya. Waktu menunjukkan pukul 19.00 wib, saya sedang menyaksikan acara komedi The Big Bang Theory  di Warner TV. Sepuluh menit kemudian mendadak listrik di rumah saya padam, semua lampu mati begitu pun televisi dan peralatan elektronik lainnya menjadi tidak berfungsi. Seketika itu pun juga saya menengok keluar dan menyadari bahwa pemadaman listrik ini mencakup seluruh komplek kecuali satu rumah di depan rumah saya yang menggunakan genset. Bila sudah terjadi seperti ini, saya hanya bisa menunggu hingga listrik hidup kembali yang menurut pengalaman pemadaman seperti ini tidak akan berlangsung lama.

Keadaan yang gelap gulita membuat saya tidak bisa melihat apa pun di sekeliling saya untuk beberapa detik. Untung pada saat itu saya memegang ponsel saya, kemudian mode video recorder saya aktifkan untuk menyalakan flash light sehingga bisa digunakan sebagai senter. Selanjutnya saya menyalakan tablet PC milik saya yang saat itu masih menampung daya 20%, lalu saya membuka timeline twitter dan mendapatkan info bahwa terjadi kebakaran di gardu induk PLN di daerah jalan Moh. Toha, Bandung. Info selanjutnya yang didapat adalah efek dari kebakaran gardu PLN tersebut mengakibatkan pemadaman listrik tidak dapat ditanggulangi dengan cepat.

Mengetahui pemadaman listrik masih akan berlangsung lama, saya pun kemudian menyalakan sebuah lilin yang diletakkan di meja makan ruang tengah. Setelah itu saya makan malam sambil memainkan tablet PC saya. Makan malam terasa seperti candle light dinner yang dilakukan seorang diri. Daya baterai tablet PC yang semakin berkurang membuat pemakaiannya menjadi terbatas. Sinyal telekomunikasi seluler mendadak timbul dan lenyap. Seketika itu pemadaman listrik yang terjadi membuat hati kesal mengapa harus terjadi lama dan bersamaan dengan malam tahun baru.

Saya pun sadar kekesalan yang saya rasakan tidak ada manfaatnya. Akhirnya saya memutuskan untuk menunaikan ibadah sholat Isya dilanjutkan dengan berdzikir. Untuk ketenangan, dengan sengaja ponsel saya ubah ke mode silent dan tablet PC saya shutdown. Bagi saya pribadi dzikir adalah metode yang paling pas untuk menenangkan hati dan pikiran. Setuntas sholat, kemudian saya berdoa, dan selanjutnya duduk dengan memejamkan mata dan mulai berdzikir dalam hati. Keadaan rumah sangat sunyi meskipun suara kendaraan yang melintas di jalan depan dan bunyi kembang api sangat keras terdengar dari luar, pemadaman listrik menjadi tak terasa.

Seratus lima menit berlalu, saya selesai berdzikir, waktu menunjukkan pukul 21.45 wib dan listrik masih mati. Saya kemudian membaringkan badan saya di sofa ruang tengah, sesekali saya berkeliling melihat keadaan tiap ruangan. Tanpa siaran TV dan internet saya tidak tahu seperti apa liputan kegiatan malam tahun baru khususnya car free night. Tablet PC sudah lowbatt  dan sinyal operator seluler masih belum stabil menambah suasana sunyi. Seorang diri di sebuah rumah tanpa listrik dan hiburan di malam hari ibarat sedang uji nyali di tempat berhantu.

Saya mencoba merenung dan memaknai arti dibalik peristiwa mati lampu ini sambil melihat bayangan cahaya lilin di langit-langit. Sepertinya pemadaman listrik baru akan pulih esok pagi hari, sehingga saya memilih untuk mencoba tidur. Sendiri tanpa TV, internet, tablet PC, sinyal ponsel memang terasa sepi belum lagi jika kita sudah terlalu tergantung dengan hal-hal tersebut. Pemadamanan listrik yang terjadi ini telah membuat saya merasakan bagaimana hidup dalam sekian jam tanpa hiburan di malam tahun baru. Saya harus senantiasa bersyukur dengan apa yang saya punya selama ini, karena mungkin orang-orang yang tidak memiliki apa yang kita miliki bisa hidup bahagia dengan apa yang mereka miliki sekarang. Mereka bisa tidak mengeluh mengapa kita tidak bisa jika harus merasakan menjadi seperti mereka walaupun dalam kurun waktu yang singkat.

Malam semakin larut, petasan dan kembang api semakin banyak ditembakkan ke arah langit dan berbunyi dengan keras, rumah masih gelap. Sepertinya sudah pas untuk tidur dengan nyaman di sofa ruang tengah ini, namun nasib berkata lain. Pukul 22.50 listrik kembali hidup, komplek rumah kembali terang benderang, televisi dan internet menyala, sinyal operator seluler mulai stabil, meskipun tablet PC tetap dibiarkan mati. Momen pergantian tahun pun menjadi terasa spesial karena bagaimanapun juga pemadaman listrik yang terjadi telah membuat saya merasakan 220 menit bersunyi dalam gegap gempita malam tahun baru 2013.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: