Home » Anything » Menegakkan Sandaran Kursi serta Melipat Meja Saat Duduk di Pesawat yang Hendak Take-Off & Landing

Menegakkan Sandaran Kursi serta Melipat Meja Saat Duduk di Pesawat yang Hendak Take-Off & Landing

Jika Anda pernah menumpang pesawat terbang komersial di salah satu maskapai, Anda mungkin ingat akan sesuatu hal yang rutin dilakukan pada tiap penerbangan yaitu saat para awak kabin memberikan informasi mengenai prosedur keselamatan ketika pesawat akan tinggal landas (take off) dan mendarat (landing). Di samping mengenakan sabuk keselamatan, salah satu prosedur keselamatan yang wajib dilakukan oleh penumpang adalah menegakkan sandaran kursi dan melipat meja (tray table) baik saat hendak take off atau landing. Kemudian timbul pertanyaan, jika sandaran kursi tidak ditegakkan dan meja tidak dilipat apakah akan mempengaruhi kinerja pesawat? apakah bisa membahayakan pesawat? Kenyataannya adalah, jika tidak ada masalah pesawat tetap dapat meninggalkan dan juga menyentuh landasan biarpun prosedur tersebut tidak dilakukan.

Statistik menunjukkan bahwa sebagian besar incident dan accident yang melibatkan pesawat terbang terjadi pada fase lepas landas dan mendarat. Contoh kasus incident/accident yang beberapa kali terjadi adalah pesawat tergelincir (skids off) dari landasan pacu (runway). Saat terjadi hal seperti itu yang paling utama harus diperhatikan adalah keselamatan penumpang, dalam konteks ini adalah meminimalisir terjadinya cidera, luka, atau bahkan kematian serta sesegera mungkin mengeluarkan penumpang dari pesawat.

Prosedur keselamatan dibuat bukan tanpa maksud. Berkaca dari kasus di atas, suatu prosedur bisa jadi merupakan sebuah langkah yang bersifat preventif apabila suatu hal yang tidak diinginkan terjadi.

Coba perhatikan contoh kasus melalui gambar di bawah ini.

Kursi Kabin Pesawat

Gambar di atas menunjukkan suasana kabin pesawat di mana ada penumpang pesawat sedang menggunakan laptop yang diletakkan di atas tray table dan ada penumpang lain yang bersantai sambil membaca dan mendengarkan musik.

Anggap terjadi skenario terburuk, yaitu pesawat mengalami pendaratan yang cukup keras (hard landing). Impak yang ditimbulkan akibat hard landing dapat berujung pada cedera atau luka. Pertama jika kursi penumpang tidak ditegakkan, penumpang tersebut berpotensi terpental ke depan dengan jarak yang cukup jauh. Kedua jika tray table tidak dilipat ke posisi semula, penumpang mungkin akan menderita cedera yang cukup parah akibat berbenturan dengan meja. Dengan menegakkan sandaran kursi dan melipat meja, cedera yang diderita penumpang tidak akan seburuk bila kedua prosedur tersebut tidak dilaksanakan seandainya penumpang mengalami cedera.

Manfaat utama menegakkan sandaran kursi dan melipat meja justru sangat terasa ketika proses evakuasi. Saat pesawat mengalami kecelakaan, evakuasi penumpang harus dilakukan dengan cepat. Proses evakuasi dimulai ketika penumpang mulai meninggalkan tempat duduk dan kemudian mencari pintu keluar darurat terdekat. Mari kita coba lihat kembali gambar suasana kabin di atas. Bayangkan saja jika saat evakuasi kursi di bagian depan disandarkan, penumpang di belakangnya akan terhambat untuk segera ke lorong karena jalur sempit yang terhalang kursi. Begitu pula jika tray table tidak dilipat, sudah pasti jalur menuju lorong akan terhalang meja. Penumpang yang duduk dekat lorong mungkin masih bisa keluar dengan cepat, namun penumpang yang duduk dekat jendela akan benar-benar terhambat untuk segera keluar.

Ditegakkan atau tidaknya sandaran kursi dan juga dilipat atau tidaknya tray table tidak akan mempengaruhi kinerja sistem pesawat ketika hendak take off dan landing, namun hal tersebut justru berperan saat pesawat mengalami accident yang mewajibkan dilakukannya evakuasi penumpang. Dengan menegakkan sandaran kursi dan melipat meja, ketika terjadi benturan yang cukup keras, penumpang dapat mengurangi risiko terjadinya cedera atau luka parah. Sedangkan saat harus dilaksanakan proses evakuasi, penumpang tidak akan menemui banyak kendala untuk segera meninggalkan tempat duduknya dan langsung menuju pintu keluar.

Mungkin ada beberapa penumpang yang terkadang mengabaikan demo prosedur keselamatan yang biasa diperagakan secara manual oleh para awak kabin atau ditayangkan dalam bentuk video. Bagi para pengguna jasa penerbangan hendaknya selalu peduli terhadap prosedur keselamatan. Setiap prosedur keselamatan memiliki fungsinya masing-masing. Penumpang harus sigap dalam menghadapi keadaan darurat bila suatu saat terjadi.

“Because, in an emergency, every single second counts.”


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: