Home » Anything » Energi Dalam Kertas

Energi Dalam Kertas

Suatu ketika di penghujung bulan September tahun 2011. Saat itu  saya sedang mempersiapkan diri untuk seminar dan sidang tugas sarjana saya di program studi Teknik Mesin Institut Teknologi Bandung di bawah bimbingan Prof. Djoko Suharto. Pak Djoko mengatakan bahwa beliau menginginkan adanya diskusi tanya jawab personal dengan setiap mahasiswa bimbingan beliau sebelum sidang resmi tugas akhir dilaksanakan. Tujuan dari diskusi ini adalah untuk menguji pengetahuan mahasiswa akan beberapa konsep dasar ilmu teknik mesin.

Waktu untuk saya melakukan diskusi dengan beliau pun tiba. Beliau memulai diskusi dengan bertanya seputar hal dasar yang berkaitan dengan teknik material, berlanjut ke bidang teknik produksi, hingga konversi energi. Tidak semua pertanyaan beliau bisa saya jawab dengan meyakinkan karena beberapa kali saya mendapati diri saya ragu-ragu untuk menjawab. Seperti pertanyaan sederhana “Apa itu fluida? coba kaitkan dengan tegangan geser”. Hal tersebut menandakan bahwa saya sebenarnya belum paham seratus persen mengenai beberapa konsep di bidang teknik mesin. Saya pun kemudian menganggap ini sebagai suatu proses pembelajaran untuk lebih baik ke depannya.

Dari sekian pertanyaan yang beliau lontarkan, akhirnya beliau memberikan pertanyaan kepada saya terkait hukum kekekalan energi. Dalil hukum kekekalan energi menyebutkan bahwa energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa dimusnahkan, namun energi dapat diubah dari satu bentuk ke bentuk lainnya. pengetahuan mengenai jenis-jenis energi telah saya peroleh sejak saya duduk di bangku sekolah dasar, seperti energi kinetik, potensial, mekanik, listrik, kimia, panas, dan lain-lain. Beberapa contoh sederhana perubahan bentuk energi antara lain makanan dalam tubuh manusia (energi kimia – energi mekanik), turbin air (energi mekanik – energi listrik), . Setelah bertanya tentang jenis-jenis energi, Pak Djoko kemudian mencoba kembali menguji pemahaman saya dengan memberikan pertanyaan yang percakapannya terekam sebagai berikut:

Pak Djoko: “Kamu yakin hukum kekekalan energi itu selalu berlaku di kehidupan ini?”

Saya: “Iya Pak (sambil ragu), kan memang dalilnya sudah begitu. Kecuali jika kita berbicara hal yang sudah mencakup teori Einstein.”

(Lalu Pak Djoko mengambil secarik kertas yang ada di dekatnya)

Pak Djoko: “Ini ada kertas, saya robek (Beliau merobek kertas yang diambilnya). Coba kamu jelaskan ketika kertas ini sudah robek seperti ini bagaimana perubahan bentuk energi nya sebelum dan sesudah robek?”

Yak, pertanyaan beliau ini bisa dikatakan cukup ‘iseng’ namun sangat konseptual karena contoh kasus di atas sangat umum terjadi di kehidupan sehari-hari. Saya pun kemudian mencoba menjawab. untuk merobek kertas, manusia jelas melakukannya dengan energi mekanik, namun setelah kertas itu robek jujur saja ketika itu saya tidak ada bayangan sama sekali untuk menjawab. Beliau pun menyuruh saya untuk merenungkan pertanyaan tersebut dan mencoba mencari jawabannya hingga saat saya sidang tugas akhir nantinya.

Hingga sidang tugas akhir saya selesai (yang berujung pada kelulusan saya. Alhamdulillah), jawaban dari pertanyaan tentang kertas tersebut belum bisa saya dapatkan. Akhirnya saya bertanya langsung kepada Pak Djoko untuk mengetahui jawabannya. Beliau pun menjawab “Energi Dalam”.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: